Ilustrasi Covid

2 RW di Antapani Bandung Direncanakan Terapkan Karantina Wilayah

Antapani - Satu hingga dua rukun warga (RW) di Kecamatan Antapani, Kota Bandung akan menggelar Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) atau karantina wilayah.

Camat Antapani Rahmawati Mulia mengatakan, PSBM itu rencananya akan digelar di Kelurahan Antapani Kidul dan Antapani Tengah yang masih memiliki 10 bahkan lebih kasus positif aktif COVID-19.

"Sementara (Antapani Kidul dan Tengah), akan diajukan (ke Satgas COVID-19 Kota Bandung terkait pelaksanaan PSBM)," kata Rahmawati via sambungan telepon, Rabu (10/2/2021).

Terkait berapa RW yang akan dilakukan PSBM, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dulu bersama Satgas COVID-19 Kecamatan dan kelurahan di Antapani. Hal itu dilakukan untuk melihat kesiapan petugas di lapangan.

"Di Antapani Kidul ada, di Antapani Tengah ada, tapi di bawah 10, tapi khawatir juga. Nanti siang kita (rapat koordinasi), ada lah yang akan kita lakukan PSBM," ungkapnya.

Rahmawati menuturkan, selain melakukan koordinasi, sosialisasi kepada warga dan tokoh masyarakat juga sedang dilakukan.

"Iya (sosialiasi), kemarin kita Musrenbang, disampaikan juga. Kita juga punya WA Group antar RT, kita sampaikan juga," tuturnya.

Ia juga memastikan, jika PSBM dilakukan di beberapa RW di Kecamatan Antapani, dari mulai unsur Kecamatan, kelurahan hingga warga sudah siap bahu membahu menyelesaikan masalah COVID-19.

"Siap, insya Allah dan sudah disampaikan. Kemarin juga dari FKPPI melakukan penyemprotan, semua membantu. Terjun di setiap RW dan kita hadir," ujarnya.

Selain itu, pihak puskesmas juga sedang melakukan pemetaan, RT atau RW mana saja di Kecamatan Antapani yang masuk pada zona merah dan zona lainnya.

Rahmawati juga menyebut, PSBM bukan hal baru di Kecamatan Antapani. Sebelumnya, pihaknya sudah pernah melakukan PSBM yang disebut lock down.

"Tapi sebelum ada instruksi Mendagri di Antapani sudah melaksanakan karantina wilayah atau istilahnya lock down, dulu sebelum kita masuk di ranking pertama, begitu di RW ada kejadian lebih 10 langsung kita lock down. Pernah kejadian 16 orang satu RW, sudah saya satu pintukan," jelasnya.

"Lock down itu bukan berat tidak boleh keluar masuk ya, tapi tercatat, ada poskonya. Biasanya gedung RW saja, yang jaga RT bergiliran, sudah pernah dilakukan di dua kelurahan dan alhamdulilah efektif juga bisa beri efek jera kepada warga," pungkasnya.

Sumber: detik.com

Baca juga: Tok! PSBB di Kota Bandung Diperpanjang Sampai 29 Mei

POSTING KOMENTAR